Sabtu, 29 Januari 2011

Terapi Hidrosefalus



Pengobatan hidrosefalus (kepala yang membesar) kadang tidak terjangkau oleh masyarakat. Kini dengan alat baru berupa sistem pirau katup semilunar, biaya terapi bisa ditekan lebih murah.

Penyakit hydrocephalus/hidrosefalus (kepala yang membesar) terjadi karena penumpukan cairan di dalam otak anak. Kelebihan cairan dalam otak ini memampatkan daerah di sekitarnya sehingga terjadi kerusakan otak dan jika tidak segera diatasi bisa berakibat fatal.
Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr.dr. P. Sudiharto, Sp.BS menemukan alat terapi untuk penderita hidrosefalus yang dikenal dengan nama sistem pirau katup semilunar. Dia juga salah satu dari orang orang peraih Anugerah Hamengku Buwono IX 2009 yang diberikan saat Dies Natalis UGM ke 60.

Alat yang baru dipatenkan September 2009 ini telah dikembangkan Sudiharto sejak 1978. Sampai saat ini alat itu telah dipasang kurang lebih pada 7.000 pasien hidrosefalus. Pasien tersebut mempunyai berbagai macam penyebab, mulai dari bayi berumur 11 hari sampai dengan orang tua berusia 65 tahun.

"Salah satu pasien yang saya pasang dari umur 3 bulan, kini sudah umur 15 tahun. Dia sudah duduk kelas 3 SMP di Yogyakarta. Dia juga cukup berprestasi, masuk rangking 10 di kelasnya," kata Sudiharto kepada wartawan, di Kantor KPTU FK UGM di Bulaksumur, Yogyakarta, Senin (21/12/2009).

Menurut dia, penggunaan sistem katup semilunar buatannya bermanfaat bagi masyarakat dari menengah ke bawah. Harganya jauh lebih murah dibanding alat buatan luar atau impor.

"Harganya berkisar Rp 1,5-1,7 juta jauh lebih terjangkau daripada alat buatan impor bisa mencapai Rp 40 juta," kata Sudiharto didampingi Dekan FK UGM Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc, Ph.D.

Menurut dia, disain buatannya juga dapat disesuaikan dengan umur dan jenis penyakit pasien. Sedang dari segi ketahanan sistem pirau dapat mencapai lebih dari 25 tahun. Kebanyakan pasien yang telah memanfaatkan alat terapi ini berasal dari Yogyakarta, Purwokerto, Tanggerang, Semarang, Bogor, dan Medan.

Selain penderita hidrosefalus kata dia, pompa yang dipasang di dalam otak melalaui bedah saraf ini mampu mengurangi cairan otak hingga setengah volume awal. Alat ini juga bisa dimanfaatkan dan dibutuhkan oleh pasien penyakit stroke, trauma kepala akibat kecelakaan, tumor otak, radang otak yang memiliki gejala sama.

"Katup semilunar ini juga pernah dipasang kepada orang dewasa. Seorang professor sudah saya pasang alat ini. Sebab hidrosefalus juga bisa menyerang orang dewasa," katanya.

Sementara itu Dekan FK UGM Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc Ph.D menambahkan hasil karya staf pengajar FK UGM ini sangat membantu untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Hasil temuan Sudiharto merupakan teknologi kesehatan modern yang bersifat humanistik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar